Tujuan Kurikulum 2013

Tujuan Kurikulum 2013

adalah menciptakan insan Indonesia yang aktif, kreatif, inovatif, afektif dan produktif melalui pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang terintegrasi.
Nah istilah-istilah menurut KBBI adalah :

AKTIF
ak.tif cak 1 a giat (bekerja, berusaha): ia ~ di bidang olahraga ; cak 2 a lebih banyak penerimaan dp pengeluaran: neraca pembayaran~ ; cak 3 a dinamis atau bertenaga (sbg lawan statis atau lembam) ; cak 4 a mampu beraksi dan bereaksi: nitrogen ~ ; 5 amempunyai kecenderungan menyebar atau berkembang biak (tt penyakit, sel, dsb): dia mengidap penyakit tuberkulose ~
meng.ak.tif.kan v 1 menjadikan aktif; menggiatkan
peng.ak.tif n 1 yg membuat aktif ; 2 n zat yg menaikkan keaktifan enzim dng cara yg tidak khas
peng.ak.tif.an n 1 proses, perbuatan, cara menjadikan aktif ; 2 n pengubahbentukan enzim yg tidak aktif menjadi enzim aktif
ke.ak.tif.an n 1 kegiatan; kesibukan

KREATIF
kre.a.tif 1 a memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan ; 2 a bersifat (mengandung) daya cipta: pekerjaan yg ~menghendaki kecerdasan dan imajinasi
ke.kre.a.tif.an n 1 perihal kreatif

INOVATIF
i.no.va.tif 1 a bersifat memperkenalkan sesuatu yg baru; bersifat pembaruan (kreasi baru): kita mencoba memecahkan masalahpendidikan yg kronis dng cara-cara ~

AFEKTIF
a.fek.tif 1 a berkenaan dng perasaan (spt takut, cinta) ; 2 a mempengaruhi keadaan perasaan dan emosi ; 3 a gaya atau makna ygmenunjukkan perasaan (tt gaya bahasa atau makna)

PRODUKTIF
pro.duk.tif 1 a bersifat atau mampu menghasilkan (dl jumlah besar): perkebunan itu sangat ~; 2 a mendatangkan (memberi, hasil,manfaat, dsb); menguntungkan: tabungan masyarakat dapat dipinjamkan kembali untuk keperluan ~; 3 a mampu menghasilkanterus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru: prefiks di merupakan prefiks yg ~
ke.pro.duk.tif.an n 1 keadaan produktif; produktivitas

SIKAP
si.kap 1 n tokoh atau bentuk tubuh: ~nya tegap; 2 n cara berdiri (tegak, teratur, atau dipersiapkan untuk bertindak); kuda-kuda (ttpencak dsb): hebat sekali ~nya ketika akan mengucapkan sumpah; tepat sekali ~nya ketika akan mengucapkan sumpah; tepatsekali ~ adik ketika menangis pukulan itu ; 3 n perbuatan dsb yg berdasarkan pd pendirian (pendapat atau keyakinan): rakyat akanselalu mengutuk ~ pemimpin-pemimpinnya yg kurang adil itu; bagaimana ~mu thd kabinet yg baru itu ; 4 n perilaku, gerak-gerik: ~di panggung sangat berbeda dng ~nya sehari-hari ; membuang –, ki 1 bertingkah laku dng gaya yg dibuat-buat (supaya tampakgagah dsb) ; — bahasa 1 posisi mental atau perasaan thd bahasa sendiri atau bahasa orang lain ; — hidup 1 pandangan hidup ; — tubuh 1 bentuk tubuh
ber.si.kap v 1 berdiri tegak (bersiap): setelah sampai di hadapan komandan, mereka ~ ; 2 v mengambil sikap (pendirian): ~ masabodoh, berbuat tidak peduli thd apa yg akan terjadi menimpa dirinya dsb
me.nyi.kap.i v 1 mengambil sikap terhadap (sesuatu)

PENGETAHUAN
ta.hu 1 v mengerti sesudah melihat (menyaksikan, mengalami, dsb): ia ~ bahwa saya yg menolongnya; perkara mesin, dia lebih ~ dpsaya ; 2 v kenal (akan); mengenal: tidak ~ akan sanak saudaranya lagi; 3 v mengindahkan; mempedulikan: ia sudah tidak mau ~lagi kpd anaknya; 4 v mengerti; berpengertian: siapa yg ~ apa maksud tanda ini?; 5 v pandai; cakap: sedikit-sedikit ~ juga saya ttmesin; 6 v insaf; sadar: dia tidak ~ akan kekurangannya; 7 v pernah: petinju itu tidak ~ menang; adikku tidak ~ membolos; — di asin garam, pb 1 banyak pengalaman ; — makan — simpan, pb 1 dapat menyimpan rahasia baik-baik ; — adat 1 sopan; beradab ; — angin bertiup 1 tahu ke mana arah perkataan (pikiran, dsb) orang; tahu ; — balas 1 mau membalas budi ; — beres 1 tidak usahberpayah-payah sendiri, melainkan tinggal mendapati bahwa segala-galanya sudah beres ; — di alif 1 dapat membaca danmenulis; tidak buta huruf ; — di alif lempang 1 mengerti dasar-dasar suatu ilmu; mengerti mana yg baik dan mana yg buruk ; — di angin berkisar 1 tahu akan perubahan hati (maksud, keinginan) seseorang ; — di asin garam 1 memahami persoalan ; — di kadar diri 1 mengerti akan keadaan dirinya, kedudukannya, dsb ; — diri 1 mengerti akan keadaan dirinya ; — mata huruf 1 dapatmembaca dan menulis ; — sama 1 kedua pihak sudah tahu ; — sama cak 1 kedua belah pihak tidak akan ganggu-mengganggu(sebab kedua belah pihak sama-sama mendapat untung)
ta.hu-ta.hu adv cak 1 dng tidak diduga-duga; tanpa diketahui lebih dahulu; tiba-tiba: tahu-tahu dia sudah muncul di depan kami
ber.ta.hu-ta.hu v cak 1 berlagak tahu (pandai dsb) ; cak 2 v dng setahu
ber.ta.hu.an v cak 1 berkenalan
ber.ta.hu.kan v cak 1 memberitahukan
ta.hu-me.na.hu v cak 1 mengetahui sesuatu hal
me.nge.ta.hu.i v cak 1 memaklumi; menyaksikan; tahu akan: kami belum ~ apa sebabnya dia tidak datang; cak 2 v tahu dngmenilik ciri-ciri (tanda-tanda dsb); mengenal: saya ~ si ali dr suaranya; cak 3 v menyadari; menginsafi: dia belum ~ bahwa pencuriitu sudah berada di kamarnya; tidak — daratan lagi, ki cak 1 tidak sadar lagi
mem.per.ta.hu.kan v cak 1 mempermaklumkan; memberitahukan
pe.nge.ta.hu.an n cak 1 segala sesuatu yg diketahui; kepandaian: dia mempunyai ~ dl bidang teknik; cak 2 n segala sesuatu yg diketahui berkenaan dng hal (mata pelajaran): di sekolah kami diajarkan ~ jahit-menjahit
ber.pe.nge.ta.hu.an v cak 1 mempunyai pengetahuan; berilmu; terpelajar
ke.ta.hu.an v cak 1 sudah diketahui; dikenal: belum ~ benar salahnya; cak 2 v diketahui; didapat: akhirnya ~ juga perbuatancurang itu; cak 3 v kelihatan; terang (bukan rahasia lagi): dr jauh sudah ~ bahwa memang dialah yg datang; tidak ~ , tidak tentu;tidak keruan; porak-poranda; — budi cak 1 ketahuan sifat-sifat buruknya
se.ta.hu v cak 1 sepanjang atau sebanyak yg diketahui (oleh): ~ ku dia orang baik; cak 2 v dng diketahui atau disaksikan oleh: jualbeli itu dilaksanakan dng ~ lurah dan camat; tidak dng ~ nya, tanpa diketahuinya; 3 v saya tidak tahu; entah

KETERAMPILAN
te.ram.pil ki 1 a cakap dl menyelesaikan tugas; mampu dan cekatan
ke.te.ram.pil.an n ki 1 kecakapan untuk menyelesaikan tugas ; — bahasa ki Ling 1 kesanggupan seseorang pemakai bahasauntuk mempergunakan bahasanya dng baik ; — tematis ki Ling 1 kesanggupan pemakai bahasa untuk menanggapi secara betulstimulus lisan atau tulisan, menggunakan pola gramatikal dan kosakata secara tepat, menerjemahkan dr satu bahasa ke bahasalain, dsb

(asminkarris.wordpress.com)

gem

Download Perangkat Pembelajaran Bahasa Indonesia

Bagi rekan guru Bahasa Indonesia yang membutuhkan silahkan download disini!
1. Silabus B.Indonesia kelas VII SMP (download disini!)
a. KKM (download disini!)
b. PROTA / PROMES
2. Silabus B.Indonesia kelas VIII SMP (download disini!)
3. Silabus B.Indonesia kelas IX SMP (download disini!)

4. RPP B.Indonesia kelas VII SMP (download disini!)
5. RPP B.Indonesia kelas VIII SMP (download disini!)
6. RPP B.Indonesia kelas IX SMP (download disini!)

EYD

EYD
A. Penulisan Huruf
1. Huruf kapital atau huruf besar
A. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Misalnya:
Kami menggunakan barang produksi dalam negeri.
Siapa yang datang tadi malam?
Ayo, angkat tanganmu tinggi-tinggi!
B. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Misalnya:
Adik bertanya, ”Kapan kita ke Taman Safari?”
Bapak menasihatkan, ”Jaga dirimu baik-baik, Nak!”
Baca lebih lanjut

Membacakan

MEMBACAKAN PUISI
Membacakan Puisi
1. Membacakan Puisi sebagai Apresiasi Puisi
Secara makna leksikal, apresiasi (appreciation) mengacu pada pengertian pemahaman dan pengenalan yang tepat, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian (Hornby dalam Sayuti, 1985:2002). Sementara itu, Effendi (1973: 18) menyatakan bahwa apresiasi sastra adalah menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.
Pada dasarnya, kegiatan membaca puisi merupakan upaya apresiasi puisi. Secara tidak langsung, bahwa dalam membaca puisi, pembaca akan berusaha mengenali, memahami, menggairahi, memberi pengertian, memberi penghargaan, membuat berpikir kritis, dan memiliki kepekaan rasa. Semua aspek dalam karya sastra dipahami, dihargai bagaimana persajakannya, irama, citra, diksi, gaya bahasa, dan apa saja yang dikemukakan oleh media. Pembaca akan berusaha untuk menerjemahkan bait perbait untuk merangkai makna dari makna puisi yang hendak disampaikan pengarang. Pembaca memberi apresiasi, tafsiran, interpretasi terhadap teks yang dibacanya Setelah diperoleh pemahaman yang dipandang cukup, pembaca dapat membacakan puisi.
Karena kata “membacakan” mengandung makna benefaktif, yaitu melakukan sesuatu pekerjaan untuk orang lain, maka penyampaian bentuk yang mencerminkan isi harus dilakukan dengan total agar apresiasi pembaca terhadap makna dalam puisi dapat tersampaikan dengan baik kepada pendengar. Makna yang telah didapatkan dari hasil apresiasi diungkapkan kembali melalui kegiatan membacakan puisi. Dapat pula dikatakan sebagai suatu kegiatan transformasi dari apresiasi pembaca dengan karakter pembacaannya, termasuk ekspresi terhadap penonton.
Baca lebih lanjut

Membaca Puisi

Membaca Puisi

1. Membaca puisi sebagai Apresiasi Puisi
Secara makna leksikal, apresiasi (appreciation) mengacu pada pengertian pemahaman dan pengenalan yang tepat, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian (Hornby dalam Sayuti, 1985:2002). Sementara itu, Effendi (1973: 18) menyatakan bahwa apresiasi sastra adalah menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.
Pada dasarnya, kegiatan membaca puisi merupakan upaya apresiasi puisi. Secara tidak langsung, bahwa dalam membaca puisi, pembaca akan berusaha mengenali, memahami, menggairahi, memberi pengertian, memberi penghargaan, membuat berpikir kritis, dan memiliki kepekaan rasa. Semua aspek dalam karya sastra dipahami, dihargai bagaimana persajakannya, irama, citra, diksi, gaya bahasa, dan apa saja yang dikemukakan oleh media. Pembaca akan berusaha untuk menerjemahkan bait perbait untuk merangkai makna dari makna puisi yang hendak disampaikan pengarang. Pembaca memberi apresiasi, tafsiran, interpretasi terhadap teks yang dibacanya Setelah diperoleh pemahaman yang dipandang cukup, pembaca dapat membaca puisi.
Karena kata “membacakan” mengandung makna benefaktif, yaitu melakukan sesuatu pekerjaan untuk orang lain, maka penyampaian bentuk yang mencerminkan isi harus dilakukan dengan total agar apresiasi pembaca terhadap makna dalam puisi dapat tersampaikan dengan baik kepada pendengar. Makna yang telah didapatkan dari hasil apresiasi diungkapkan kembali melalui kegiatan membaca puisi. Dapat pula dikatakan sebagai suatu kegiatan transformasi dari apresiasi pembaca dengan karakter pembacaannya, termasuk ekspresi terhadap penonton.
Baca lebih lanjut

MUHAMMAD

MUHAMMAD

Pada empat belas abad yang silam
Ketika zaman dalam keadaan suram
Penuh kekejaman
Dalam kegelapan
Lahirlah seorang utusan

Nabi agung
Rasul mulia
Manusia pilihan
Muhammad kekasih-Nya

Kau buyarkan mendung dan awan hitam
Kau taburkan rakhmat bagi seluruh alam
Kau sempurnakan nikmat iman islam
Yang hampir hilang ditlan kedzoliman

Kau tanamkan keimanan
Kau tumbuhkan kemuliaan
Kau kembangkan peradaban
Hingga berbuah kemajuan

Ketegaran jiwamu teruji
Kehalusan akhlakmu tertinggi
Keluasan ilmumu tak tertandingi
Mulialah engkau wahai Muhammad

MEMBACA PUISI

Membaca Puisi

1. Membaca puisi sebagai Apresiasi Puisi
Secara makna leksikal, apresiasi (appreciation) mengacu pada pengertian pemahaman dan pengenalan yang tepat, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian (Hornby dalam Sayuti, 1985:2002). Sementara itu, Effendi (1973: 18) menyatakan bahwa apresiasi sastra adalah menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.
Baca lebih lanjut